Rutan Bengkulu Sinergikan Pembinaan dan Ketahanan Pangan
KBRN, BENGKULU: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemandirian pangan melalui keberhasilan panen hasil pertanian warga binaan, Sabtu (29/11). Panen kali ini menghasilkan berbagai jenis sayuran segar, di antaranya kangkung, cabai, dan pakcoy. Kegiatan pertanian produktif ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus implementasi nyata program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya pada aspek ketahanan pangan.
Pengelolaan lahan pertanian di lingkungan rutan telah menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan. Lahan kosong disulap menjadi area produktif yang ditanami berbagai jenis sayur guna memberikan manfaat langsung, baik bagi kebutuhan dapur rutan maupun peningkatan keterampilan narapidana. Setiap tahap pengelolaan, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen, sepenuhnya melibatkan warga binaan di bawah pendampingan petugas yang kompeten.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa hasil panen ini bukan hanya sekadar keberhasilan dalam pemanfaatan lahan, tetapi juga bukti keberlangsungan program pembinaan yang memberi dampak positif. “Kami sangat bangga dengan apa yang dicapai warga binaan. Panen ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berkarya dan produktif. Ini sejalan dengan semangat kami dalam mendukung program akselerasi yang ditekankan Bapak Menteri Agus Andrianto, terutama dalam hal ketahanan pangan,” ujar Rafi.
Lebih lanjut, Rafi menegaskan bahwa kegiatan pertanian memberikan nilai edukatif bagi warga binaan. Melalui proses bercocok tanam, mereka mendapatkan keterampilan baru yang dapat menjadi bekal setelah masa pidana berakhir. Selain itu, aktivitas positif ini turut membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.
Hasil panen sayuran kemudian disalurkan langsung ke dapur Rutan Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan sehari-hari warga binaan. Selain itu, sebagian hasil panen juga dijual kepada petugas Rutan dengan harga terjangkau. Sistem ini tidak hanya mendorong efisiensi pengelolaan kebutuhan pangan internal, tetapi juga menambah pemasukan untuk mendukung keberlanjutan program pertanian.